Sterilisasi | Jamur Bandung
autoklaf besar

Ketika Anda hendak membuat baglog jamur sendiri dalam usaha budidaya jamur tiram ada satu proses yang paling penting untuk diperhatikan yaitu sterilisasi. Tidak sedikit petani jamur hancur dikarenakan banyaknya baglog jamur yang gagal diakibatkan kontaminasi. Salah satu penyebab utama terjadinya kontaminasi adalah proses sterilisasi baglog jamur yang gagal (baglog jamur tidak matang).

Sterilisasi dalam bahasa latin adalah sterilis yang berarti tidak mampu menghasilkan keturunan atau mandul. Sedangkan sterilisasi menurut istilah adalah sebuah proses dimana seluruh sel-sel hidup (bakteri, jamur, prozoa, spora), dan virus dihancurkan atau dihilangkan dari objek (benda/barang) atau habitat (Prescott, 2002). Objek yang sudah disterilkan sepenuhnya bebas dari mikroorganisme, spora, dan agen infeksi lainnya.

Sterilisasi dilakukan dalam pembuatan baglog jamur tiram agar penyebab kontaminasi (kontaminan) baglog jamur mati semua sehingga hanya jamur tiram yang nantinya diharapkan tumbuh dalam media baglog jamur setelah proses inokulasi bibit jamur tiram.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam proses sterilisasi, diantaranya yaitu: pemanasan, suhu rendah, radiasi, dan filtrasi. Namun, hanya proses sterilisasi dengan cara pemanasan saja yang akan dibahas pada artikel ini karena hampir seluruh petani jamur menggunakan cara ini untuk membunuh kontaminan pada baglog jamur.

Sterilisasi dengan cara pemanasan bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu: pemanasan kering dan pemanasan basah. Pemanasan kering dilakukan dengan cara membakar objek yang ingin disterilkan langsung ke dalam api yang membara. Namun cara ini tidak cocok untuk mensterilkan baglog jamur karena plastik kemasan baglognya bisa ikut terbakar. Untuk mensterilkan baglog jamur harus dilakukan dengan cara pemanasan basah. Cara ini merupakan cara yang paling efektif untuk membunuh kontaminan yang ada pada baglog jamur. Mekanisme proses penghancuran kontaminan tersebut dilakukan dengan cara mendegradasi asam amino dan mendenaturasi enzim dan protein esensial lainnya. Selain itu, panas basah juga bisa mengganggu membran sel.

Pemanasan basah lebih efektif dalam membunuh virus, bakteri dan jamur. Berikut ini tabel data penelitian yang sudah dilakukan menurut Prescoott.

Organisme Sel Vegetatif Spora
Ragi 5 menit pada suhu 50–60°C 5 menit pada suhu 70–80°C
Jamur 30 menit pada suhu 62°C 30 menit pada suhu 80°C
Bakteri 10 menit pada suhu 60–70°C 2 hingga lebih dari 800 menit pada suhu 100°C
0,5–12 menit pada suhu 121°C
Virus 30 menit pada suhu 60°C -

Pendedahan di dalam air mendidih selama 10 menit cukup untuk menghancurkan sel vegetatif dan spora eukariotik. Namun, titik didih air (100°C) tidak cukup tinggi untuk membunuh bakteri endospora yang bisa bertahan berjam-jam di dalam air mendidih. Meskipun demikian, air mendidih bisa digunakan sebagai penyucihamaan pada air minum dan objek yang ada di dalam air, tapi air mendidih tidak mensterilkan.

Sterilisasi panas basah harus dilakukan pada suhu di atas 100°C untuk membunuh bakteri endospora dan proses ini membutuhkan uap air jenuh di bawah tekanan. Sterilisasi uap air dilakukan dengan menggunakan alat autoklaf. Alat ini seperti panci presto. Air dididihkan untuk menghasilkan uap air yang akan dilepaskan ke seluruh bagian ruang autoklaf. Udara dingin yang ada di dalam autoklaf harus dikeluarkan dari ruangan melalui saluran pembuangan sampai autoklaf diisi penuh oleh uap air jenuh, kemudian saluran pembuangan uap ditutup. Pemanasan uap air jenuh terus dilakukan sampai seluruh ruang mencapai suhu 121°C dan tekanan 1,5 atm. Pada suhu ini uap air jenuh akan menghancurkan seluruh sel vegetatif dan endospora yang ada dalam cairan (likuid) bervolume sedikit hanya 10 – 12 menit. Agar proses ini sempurna perlakuan dilakukan dalam waktu 15 menit. Semakin besar volume cairan dan barang-barang yang disterilkan maka butuh waktu yang lebih lama lagi untuk proses sterilisasinya.

Proses sterilisasi dengan autoklaf harus dilakukan dengan baik kalau tidak bisa menyebabkan material yang ingin disterilkan tidak steril. Jika seluruh udara dingin tidak dikeluarkan dari ruangan, autoklaf tidak akan mencapai suhu 121°C meskipun tekanannya mencapai 1,5 atm. Barang atau bahan yang hendak disterilkan dalam autoklaf jangan disusun terlalu rapat karena uap air butuh sirkulasi dan harus bersentuhan ke setiap barang atau bahan yang ada di dalam autoklaf. Bakteri endospora akan terbunuh hanya jika ditahan selama 10 – 12 menit dalam suhu 121°C. Ketika cairan (likuid) yang akan disterilkan memiliki volume yang besar, waktu yang diperlukan bertambah lama karena butuh lebih lama untuk menjangkau bagian pusat likuid agar mencapai suhu 121°C; 5 liter likuid mungkin butuh hingga 70 menit. Untuk menguji apakah proses sterilisasi anda berhasil, masukkanlah tabung kultur yang berisi spora Bacillus stearothermophilus atau Clostridium PA3679 ke dalam autoklaf untuk disterilkan. Setelah disterilkan simpan dalam beberapa hari dalam suhu ruang. Jika setelah beberapa hari disimpan tidak menunjukkan adanya pertumbuhan bakteri tersebut maka proses sterilisasi anda berhasil.

Mohon untuk tidak copas isi tulisan ini (sebagian atau keseluruhan) tulisan tanpa seijin pemilik website ini. Terima Kasih.

||Baca juga artikel lainnya||

Like this post2

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Go top