Jamur Beracun | Jamur Bandung


bibit jamur bandung

Jamur beracun adalah semua jenis jamur yang bisa membahayakan manusia saat dikonsumsi. Jamur beracun berbahaya karena mengandung senyawa-senyawa yang bersifat toksik (racun). Senyawa-senyawa tersebut bisa mengakibatkan gangguan pada sistem pencernaan manusia dan bahkan ada pula yang bisa menyebabkan kematian. Ciri-ciri dari jamur beracun adalah sebagai berikut.

  • Jenis jamur beracun pada umumnya mempunyai warna yang mencolok, seperti merah-darah, hitam-legam, biru-tua, ataupun warna-warna lainnya. Walaupun ada pula jenis jamur beracun yang mempunyai warna terang (kuning muda) atau putih.
  • Jenis jamur beracun dapat menghasilkan bau yang menyengat, seperti bau telur busuk ataupun bau amoniak.
  • Jenis jamur beracun umumnya tumbuh pada tempat yang kotor, seperti tempat pembuangan sampah, kotoran, dan sebagainya.
  • Jika jenis jamur beracun dipotong oleh pisau yang terbuat dari perak, atau dipotong oleh pisau biasa, kemudian benda perak didekatkan kepada potongan tadi, maka pada benda perak terbentuk warna hitam atau biru, yang menandakan bahwa jamur tersebut beracun.
  • Jenis jamur beracun cepat sekali berubah warna, misal dari putih ke warna gelap, jika dimasak atau dipanaskan.

Jika Anda merasa ragu apakah jamur tertentu dapat dimakan atau tidak, sebaiknya Anda jangan pernah mencoba memakannya meskipun sedikit kecuali jamur tersebut sudah teridentifikasi dan masuk ke dalam kelompok jamur yang bisa dimakan. Meskipun persentasi jamur beracun hanya 1% dari jamur yang sudah diketahui di dunia, Anda tidak boleh menyepelekan dampak yang kemungkinan akan terjadi apakah sedikit atau bisa berakibat fatal (kematian).

Kandungan racun pada berbagai spesies jamur beracun berbeda-beda tergantung komposisi kimia yang terkandung di dalamnya. Berikut ini adalah jenis-jenis racun yang terkandung dalam jamur beracun, yaitu:

  1. Jenis racun Amatoksin
  2. Amanita phalloides adalah jenis jamur beracun yang paling berbahaya. Jenis racunnya mengandung senyawa komplek falotoksin dan amatoksin. Falatoksin akan berikatan dengan aktin dan mengganggu sistem pencernaan hingga masuk ke pembuluh darah. Amatoksin bisa menjadi inhibitor (penghambat) enzim RNA polymerase pada seluruh sel eukariotik. Terhambatnya enzim tersebut bisa menganggu proses pembelahan sel-sel baru. Kedua toksin ini akan terakumulasi di dalam hati dan membahayakan terhadap beberapa organ tubuh. Gejala umum yang muncul adalah rasa sakit yang luar biasa pada bagian perut, mual, muntah-muntah, diare, panas dingin, dan senantiasa merasa haus. Gejala tersebut dirasakan selama 48 jam.

  3. Jenis racun muskarin
  4. Pada kelompok ini terdapat dua jenis racun yaitu muskarin dan asam ibotenik. Kedua jenis racun ini dimiliki oleh spesies Amanita muscaria, Amanita pantherina, dan beberapa spesies Inocybe dan Clitocybe. Muskarin telah diketahui bertanggung jawab terhadap kontraksi pupil, pandangan kabur, sering meludah, berkeringat, mengurangi laju detak jantung, mengurangi tekanan darah, dan sesak nafas. Asam ibotenik memiliki kandungan insektisidal (pemberantas serangga). Muskarin dan asam ibotenik merupakan senyawa yang terkandung di dalam minuman keras. Zaman dahulu, keduanya digunakan untuk tujuan tertentu dan ritual agama. Gejalanya bisa dirasakan segera setelah orang tersebut mengonsumsi jenis jamur ini, diantaranya muntah-muntah, diare, sering meludah, gelisah, sesak nafas, menggigil, dan jatuh pingsan.

  5. Jenis racun psikotropik atau halusinogenik
  6. Pada kelompok ini terdapat dua jenis racun yaitu silosin dan silosibin. Kedua jenis racun ini dimiliki oleh spesies Psilocybe, Conocybe, dan Stropharia. Kedua jenis racun tersebut bisa mengakibatkan gangguan sistem saraf pusat, gangguan penglihatan, dan merasakan campur aduk antara perasaan gembira atau depresi. Selain itu, gejala yang muncul diantaranya adalah muntah-muntah, detak jantung kencang, dan berhalusinasi dalam jangka waktu yang bervariasi.

  7. Jenis racun koprinus
  8. Jenis racun ini dimiliki oleh beberapa spesies Coprinus seperti Coprinus micaceus dan Coprinus atramentarius. Saat dikonsumsi dengan minuman beralkohol bisa menyebabkan perasaan tidak enak tapi gejalanya tidak berbahaya. Gejala yang biasa muncul adalah muka memerah, laju pernafasan meningkat, dan dalam beberapa kasus terjadi muntah-muntah dan diare.

  9. Jenis racun dari sumber luar jamur
  10. Jenis racun ini bukan disebabkan karena zat racun yang dihasilkan oleh jamur tersebut, akan tetapi disebabkan oleh zat racun yang terakumulasi di dalam jamur. Penyebabnya bisa karena adanya pencemaran logam berat di tempat jamur tersebut dipanen atau bisa juga disebabkan karena adanya kontaminasi

Mohon untuk tidak copas isi tulisan ini (sebagian atau keseluruhan) tulisan tanpa seijin pemilik website ini. Terima Kasih.

||Baca juga artikel lainnya||

Like this post0

2 comments

  1. Alojamiento web Reply July 20, 2016 at 19:03

    Jenis jamur beracun cepat sekali berubah warna, misal dari putih ke warna gelap, kalau dimasak atau dipanaskan.

    • Jamur Bandung Reply August 22, 2016 at 03:00

      Terima kasih untuk tambahan informasinya ^_^

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Go top