Bibit Jamur Tiram (Bibit F1) | Jamur Bandung
bibit jamur bandung

Bibit f1 jamur tiram atau bibit biang merupakan turunan pertama dari bibit F0 jamur tiram (bibit master/ kultur murni). Bibit f1 jamur tiram merupakan bibit jamur pengadaptasian dari bibit f0 jamur tiram sehingga jamur bisa lebih mudah dibudidayakan pada media yang lebih beragam, seperti serbuk kayu, dedak, dan jagung. Untuk membuat bibit f1 jamur tiram diperlukan kondisi lingkungan dan keahlian khusus. Keahlian ini bisa Anda pelajari dalam buku kami yang berjudul KIAT SUKSES BUDIDAYA JAMUR TIRAM (Mandiri dalam Membuat Bibit dan Andal dalam Berbudidaya) atau mengikuti PELATIHAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM yang kami selenggarakan.

Media yang digunakan dalam membuat bibit f1 jamur tiram beragam. Ada yang menggunakan bahan full jagung (jagung saja), full milet (milet saja), full sorgum (sorgum saja), ada juga yang menggunakan media campur (serbuk kayu, dedak, dan jagung). Jika Anda memilih menggunakan bahan full biji-bijian (jagung, milet, sorgum), Anda harus membersihkan terlebih dahulu bahan tersebut dari kotoran-kotoran yang melekat pada bahan tersebut dengan air bersih. Setelah dibersihkan, rendam bahan tadi semalaman, lalu rebus kurang lebih 30 menit hingga bahan yang Anda gunakan sedikit melunak. Tiriskan beberapa jam, lalu masukkan bahan media bibit f1 jamur tiram yang telah Anda treatment ke dalam botol kemasan yang bersih dan lakukan proses sterilisasi sesuai dengan SOPnya (baca artikel kami yang berjudul “sterilisasi”).

Jika Anda menggunakan bahan media campur, disarankan untuk menggunakan jagung tepung agar pada proses pengadukan bahan jagung tercampur secara merata. Aduk bahan sesuai komposisi yang telah ditentukan secara merata (komposisi bahan bisa dilihat di buku kami yang berjudul KIAT SUKSES BUDIDAYA JAMUR TIRAM) dan masukkan ke dalam botol kemasan yang bersih. Lakukan proses sterilisasi sesuai dengan SOPnya (baca artikel kami yang berjudul “sterilisasi”).

Harga jual bibit f1 jamur tiram bervariasi tergantung dari perusahaan yang menjualnya mulai dari harga Rp 6 ribu sampai dengan harga 50 ribu per botol, padahal modal yang dikeluarkan untuk membuat 1 botol sangat murah. Selain karena kebijakan perusahaan, harga tersebut juga tergantung pada kualitas bibitnya. Ada yang mudah terkontaminasi, ada yang bisa melawan hama, ada yang berbuah besar, dan ada yang berbuah banyak. Selain itu, faktor kegagalan dalam proses pembuatan bibit f1 jamur tiram ini juga berpengaruh terhadap harga jualnya.

Mohon untuk tidak copas isi tulisan ini (sebagian atau keseluruhan) tulisan tanpa seijin pemilik website ini. Terima Kasih.

||Baca juga artikel lainnya||

Like this post0

Leave a reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Go top